Published by Ahmad Nur Ubaidah on 12 Juli 2018

4 Kelemahan Teknologi Face Recognition Yang Perlu Diketahui

face recognition

Teknologi face recognition sedang digandrungi di industri smartphone (Engadget)

Saat ini teknologi face recognition atau teknologi pengenalan wajah sedang digandrungi oleh berbagai pihak, terutama produk smartphone. Namun ternyata teknologi ini mempunyai beberapa kelemahan dalam melakukan pengenalan umur seseorang.

Berdasarkan pakar kecerdasan buatan, Wisnu Jatmiko sekaligus Koordinator Magister dan Doktor Ilmu Komputer – Fakultas Ilmu Komputer UI menyebutkan bahwa setidaknya ada empat hal yang membuat teknologi face recognition sulit memprediksi umur.

Baca Juga: Niantic Jual Teknologi Augmented Reality-nya Bagi Pengembang Game

“Dari penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa tantangan yang ditemukan untuk memprediksi umur melalui teknologi ini (face recognition),” tulis Wisnu melalui pesan singkatnya, seperti dilansir laman CNN Indonesia, Rabu (11/7) kemarin.

Dilansir laman IEEE Access, Wisnu menyebutkan beberapa keterbatasan pengenalan wajah melalui teknologi pengenalan wajah, seperti:

1. Ketersediaan data gambar

Sulitnya untuk mendapatkan gambar wajah dengan berbagai macam pose seseorang pada umur yang berbeda-beda.

2. Waktu pemrosesan

Untuk mendapatkan tingkat akurasi yang tinggi dalam melakukan proses pengenalan wajah, diperlukan algoritma yang cukup kompleks sehingga diperlukan pengolahan menggunakan komputer khusus (super computer).

3. Proses penuaan

Terlalu banyak variasi wajah pada orang-orang di tingkatan umurnya.

4. Umur

Dalam beberapa penelitian menuliskan jika tingkat akurasi pengenalan sangat bergantung pada umur subyek tersebut.

Profesor Kecerdasan Buatan Universitas Bina Nusantara, Widodo Budiharto mengatakan bahwa teknologi pengenalan wajah saat ini sangat terbatas dan hanya bisa mengenali wajah seseorang pada berbagai rentang umur saja.

Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, Kominfo Akan Ujicoba Teknologi 5G

“Jadi jika wajah orang berumur 20 tahun masih dapat dikenali sebagai orang yang sama saat dirinya telah berumur 30 tahun. Namun, untuk mengetahui berapa umur pengguna masih sulit,” terangnya lagi.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menyebutkan bahwa untuk memastikan bahwa pengguna Tik Tok telah memenuhi batasan umur. Sebab dikabarkan layanan tersebut akan menggunakan teknologi face recognition atau pengenal wajah guna membatasi penggunanya.

Namun, beberapa pakar menilai jika hal ini tidak mungkin dapat dilakukan, mengingat teknologi ini terbilang baru dan dapat digunakan untuk mengenali wajah serta tidak akurat dalam membaca umur seseorang.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, pihak Tik Tok menyebutkan jika perusahaannya dalam membatasi umur penggunanya tidak akan menggunakan teknologi pengenalan wajah. Namun, pihak Tik Tok belum dapat menjelaskan lebih jauh mengenai teknologi apakah yang nantinya akan digunakan dalam mendeteksi umur pengguna layanan aplikasinya tersebut.

#Berita Teknologi#Face Recognition#Teknologi#Teknologi Google#Teknologi Informasi