Published by Ahmad Nur Ubaidah on 29 Juni 2018

Niantic Jual Teknologi Augmented Reality-nya Bagi Pengembang Game

niantic

Niantic dikabarkan akan jual teknologi AR yang dimilikinya (TNW)

Niantic Labs yang merupakan pengembang salah satu game ternama Pokemon Go, berencana akan menjual teknologi Augmented Reality (AR) yang dimilikinya. Padahal, teknologi ini merupakan senjata utama dari game Pokemon Go. Seperti yang diketahui, Augmented Reality (AR) merupakan teknologi penggabungan benda maya ke dalam sebuah lingkungan dunia nyata.

Melalui teknologi AR, Pokemon Go menjelma menjadi game terpopuler, dimana teknologi ini dapat membuat karakter digital digabungkan dengan dunia sebenarnya alias dunia nyata sehingga para gamer dapat merasakan sensasi bermain yang cukup berbeda serta menelusuri peta-peta yang didasarkan pada peta asli untuk menangkap Pikachu.

Baca Juga: Perbedaan Virtual Reality dan Augmented Reality yang Perlu Diketahui

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Kamis (28/6) Niantic menjelaskan mengapa mereka menjual teknologi tersebut. Mereka berharap agar perusahaan gaming lainnya dapat menggunakan teknologi serupa sehingga para konsumen mendapatkan pengalaman yang baru mengenai gaming. Namun, meskipun begitu hingga saat ini perusahaan start up tersebut masih belum memberikan penjelasan mengenai kapan teknologi tersebut akan dijual.

Sebelumnya, CEO Niantic, John Hanke mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya berencana untuk membuat peta dunia tiga dimensi dengan memanfaatkan data yang berhasil dikumpulkan dari berbagai kamera ponsel gamer yang bermain Pokemon Go.

Dalam jumpa persnya, John mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengatasi dua tantangan teknologi yang telah berkaitan erat dengan AR, yaitu teknologi “Occlusion” yang mampu membuat objek di dunia nyata dapat menutupi objek digital yang dibuat. Seperti misalnya Pikachu yang hendak ditangkap dapat bersembunyi di balik pot tanaman dan lain-lain.

John juga menjelaskan penyebab pihaknya mengakuisisi perusahaan startup Matrix Mill demi membuat teknologi ini dapat digunakan menggunakan ponsel kamera tanpa memerlukan sensor khusus yang tidak dimiliki oleh kebanyakan ponsel lainnya.

Kemudian tantangan kedua yang berhasil diatasi oleh Niantic adalah penanganan Multiple Players. John dalam keterangannya menjelaskan jika sistem Niantic mempunyai ponsel yang mampu berkomunikasi melalui menara seluler lokal yang ada. Teknologi ini tentunya sangat berbeda dengan yang digunakan oleh Apple dan Google yang rencananya pada tahun ini akan merilis sistem Multi Players terbaru.

Baca Juga: Snapchat Bangun Layanan Gim Berbasis Augmented Reality

Niantic sendiri adalah perusahaan startup yang telah didukung oleh Google dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak US$ 225 juta dalam venture capital.

Niantic juga merupakan salah satu dari berbagai puluhan perusahaan yang berlomba-lomba dalam menyediakan alat yang mampu untuk merealisasikan aplikasi AR. Berdasarkan rilis dari CB Insight, perusahaan yang mampu melacak pendanaan venture capital, memberikan informasi jika dana venture pada tahun lalu sebesar US$ 3,4 milyar dicipratkan dalam bentuk kesepakatan Augmented Reality dan Virtual Reality.

#Game#Game Mobile#Game Online#Niantic#Niantic Labs#Pokemon Go

Comments

Comments are closed.